untuk matahari

kutinggalkan jejak di siang ini
dari tapak-tapak kaki yang lusuh
raut wajah yang bersimbah peluh
untuk saksi sang matahari

mungkin hanya siang ini,,,
entah esok atau kapan hari
bisa kunikmati lagi sesaat bersama matahari
karena embun-embun dipucuk daun//nan riang menari-nari
telah kulewatkan bersama cerita pagi

andai siang bisa kuperpanjang//kembali waktu kurentang
kan kulampiaskan rindu dendam meradang
merengkuhmu, membenamkan dalam pelukan
hangatkan dada yang terbuka, agar bisa kaubaca
makna terjemahan dari setiap detakan
sempurnakan dalam dekapan

untuk Matahari ... sejatinya sebuah janji
biarkan langit tetap putih menyala
luluhkan dinginnya raga yang mengentalkan luka-luka
hancurkan arak-arakan awan hitam
pembawa pesan penguasa malam

untuk Matahari...............
jadilah saksi jerit-jerit perih seuntai puisi
hangatkan kembali harumnya secangkir kopi

perjalanan

seberangi titian waktu
menorehkan sajak pada sebongkah batu
tentang episode sebuah perjalanan
yang belum tertuntaskan

terukir kata-kata luka
tergores dengan darah
yang menetes di sela-sela kuku
dari ujung jemariku

....bukan ku lupa
menuliskan kisah indahnya cinta
...hanya enggan
bercerita tentang mimpi dan angan-angan

menyadari...
telapak kaki yang terkelupas karena tak beralas
pertanda sejenak perjalanan harus di hentikan
namun...
tak kunjung menemukan tempat persinggahan

...Ironi...
ketika aku terus mencari // sebuah negeri
yang di aliri sungai madu // tuk membasuh lukaku

dendam tak sudah
jikapun harus merendam
pada limbah-limbah
kubangan penuh pituah

akankah sang kala merubah..
takdir seorang pejalan yang membeli mimpi..
meninggalkan batu yang tertoreh sajak
menjadikan puisi bagai prasasti

atau tetap berteriak
"separuh hidupnya adalah luka
dan separuh lagi tirani"???




Sekapur Sirih

Menyusun sepuluh jari, meletakkannya di bawah dagu diatas dada seraya menundukkan kepala, sebagai pertanda permohonan maaf kepada sanak saudara dan teman-teman semua. Hanya itu yang saya mampu lakukan pada awal tahun ini.

Rasanya bukan saya!, jika menganggap pergantian tahun adalah sesuatu yang istimewa. Yang biasa saya lakukan pada momentum tersebut sangatlah biasa dan (mungkin) bagi beberapa orang terdengar norak dan murahan kalau saya hanya punya kenangan mengisi tahun baru dengan membakar ban di tepi jalan, membakar ikan atau dari tenda sebuah perkemahan bersama sedikit teman.

Rasanya bukan saya pula, jika saya mampu mempengaruhi beberapa "orang diatas sana" untuk menyisihkan sedikit dana tahun barunya dan memberikan kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah dan bencana yang sedang melanda nengeri kita.

Aaahh .... sudah berlalu!! tahun pun telah memasuki angka yang baru.
Dan sebagian Uang itupun sudah terbakar menjadi kilatan cahaya di angkasa bersama benda yang di sebut "kembang api", dengan alasan "hiburan" belaka.
saya akui dan tentunya sangat manusiawi jika "manusia membutuhkan hiburan". Tapi rasanya bisa kira kesampingkan sejenak demi saudara kita yang tertimpa bencana dan berjuang untuk sebuah "penghidupan".

"apakah sebanding arti sebuah "hiburan" dengan "kehidupan"????

ahhh, biarkan saja saya yakin waktu yang akan membangkitkan dan menggerakkan nurani mereka

Sangat biasa dan tidak ada yang istimewa jika saya tidak menyertakan data dan angka-angka, karena memang saya hanya mampu menyusun aksara dan merangkai kata-kata yang terkadang tidak bermakna.
Bagi saya! yang istimewa adalah ketika malam pergantian tahun mendapatkan kiriman suara dari seorang mahkluk manis dari tepi jalan raya, "Selamat Tahun Baru Bang!" (tumben,,, suara cemprengnya terdengar merdu pada malam itu, hehehehehe)

Masih dengan sepuluh jari, Maafkan jika saya tidak mampu menjadi tuan rumah yang baik pada saat menyambut kedatangan seorang rekan yang di temani "Guardian Angel-nya" pada tanggal 1 januari 2008. Hanya jabat tangan, ketulusan hati yang dan sedikit obrolan yang mampu saya hidangkan (sori gak di link dengan alasan privacy dan nikmatnya sebuat mistery).

********
Mari songsong Matahari dengan semangat pagi dan indahnya rembulan di malam hari, Selamat Menikmati Awal Tahun 2008, dan jadikan segalanya lebih baik dari hari kemarin.


belenggu rindu

terperangkap aku disini
dibatas dua cahaya
sebelum senja memerah
dan rinai yang mengiring langkah//

di kala angin tak mampu menghantar bisikan
dan pekat halimun menutup kalbu//

aku kehilangan kendali...
tali kekang ini tak lagi berfungsi
bahkan ketika aku menunggangi kuda sembrani//

sekat-sekat semakin mendekat
tanpa warna lalu membungkusku laksana ruang hampa
hitam putih ini mengurungku,,, dan takkan pernah mau tahu//
membaca sebuah hikayat lalu membiarkanku tersesat..

dimana kepingan hatiku
kemana penuntun langkahku//... aku membutuhkanmu
keluarkan aku dari perangkap semu
bawakan aku segenggam rindu//... ajari aku mencintaimu...

Lupa

Jeda yang disengaja, berpura sibuk dunia menjadi abdi pelayan tantrum bayi bayi berbulu kaki test blog lagi yang sudha lupa password.