Saturday, September 10, 2011

bukan sajak rindu

Apa lagi yang bisa kutuliskan

tanpa panduan dan aku buta aksara

Dibelantara maya yang tak kutahu tepiannya

Sedangkan kita begitu nyata terdeteksi indera



Lalu dapatkah aku membaca tentang rasa

yang pernah kau kecap dan mencium aromanya

Sedang aku masih terbata mengeja

Rasa yang datar dan kembali reinkarnasi



mungkin bias kucoba sampaikan sepotong kata

menyingkat sandiwara peran nyata

pasti AKU, KAMU dan KITA pelakonnya

Bukan cerita haru drama sendu di hutan batu



Ya,, bagiku, DEBU yang melumuri kalbu takkan mampu menutup RINDU


~d~ 290211

Sunday, June 12, 2011

inkonsistensi

makin menikam ketika pekat menjelang,

hitam menghantam,,

kelam meradang,

dan aku disudutkan waktu yang terus memburu

dimana aku,,

hilang pada sajak petang ~ sirna pada senja

aku merindu rasamu,

kala pesakitan dimamah waktu,

hingga bersetubuh dengan jemu

jika distorsi tak layak kupakai lagi,

pulangkan kembali belati kata ketangan kiri



menyepuh waktu

Sepekan penuh menyepuh waktu tak harap kilau, hanya melepas debu yang melekat pada ujung sepatu// memindai angan kadang mengandalkan hujan datang menjadi pembersih secara perlahan// kataku laksana pencari jejak namun hanya rimba didalam kotak,, awal dan akhir bertemu dititik itu// menipu... mungkin siasat jitu, lewati labirin semu// saatnya menyepuh waktu dengan menggeser PENANDA BUKU//

jalan buntu

membeku aku bersama waktu, dilingkung debu dan tak membekas kecup didahi bayu, bak kehilangan penanda buku

ketika hujan mengiringi angin tak menggiring angan

Tak penting bagiku mana yang lebih dulu//
sebelum atau setelah hujan luruh //
bukankah tabu tak kasat mata buatmu //
ekspetasi mesti mengawini improvisasi//
walau tak berbenih puisi //
aku mesti menikmati ....
tarian kaki telanjang dimanapun hujan datang //

Sunday, May 29, 2011

belum ingin pulang

belum ada keinginan pulang ~
masih mengekor pada bayang nan tak kunjung hilang ~
bahkan ketika pekat kian menghitam //
akan pulang setelah jalan tak lagi menguntit bayang bayang ~ melenggang ~ diiringi hujan //
akan pulang setelah lepas seluruh pakaian



040211

opera tepian mimpi

mari kita menepi,,,
sejenak saja dan biarkan hari mendahului ~
bukankah masih ada sisa trotoar
untuk kita, beserta bunga bunganya
sebagaimengisi ruang rongga dada..

mari menepi,,,
sedenting saja ~
menyepi dari sangkakala klakson pemekak telinga,
dan berharap gaungnya terganti dengung garpu tala,, ...


020211