Sunday, January 9, 2011

sajak yang tak sudah

sampai berapa purnama aku merampungkannya?,

menggeser pembatas kertas yang masih melekat keras,

tak beranjak dibekap jam jam jam yang malas//

mungkin aku yang keliru.

berhenti membaca sebelum koma

dan meletakan penanda pada halaman yang salah//

atau aku terlalu rindu pada 'jeda' yang telah lama memisah//

lalu kucoba cari alibi

dari penanda buku yang kuambil dari gantungan kunci sebuah laci//

layakkah ini?

Dan kutanya padanya, salahkah aku merindu hadiah darimu nan SEWANGI SUSU..


080111

memburu angin

Sebab angin tak berhenti berlari, maka berburu sedari pagi.
Berbekal mimpi yang kukemas malam tadi
juga tak parang,
yang kugenggam segumpal hati,
perambah belukar belantara hari
kemana kau melesat, kesitu pula aku merapat

menjala angan sekepal tangan,
terus memburu,
tak hirau punggung terjilat matahari yang kian mendekat
tapi kemana sembunyi yang kuburu hari ini..?
Tak kutemui..
ataukah sembunyi bersama berkas berkas kertas didalam laci..?


020111

kemana potongan waktu

Selayaknya berjalan tapi tanpa persinggahan,
terikat Tali kekang dibulan berjalan,,,
tiada jeda...
Menggerutu tentu..
bukankah warna selalu merubah raut wajah,
kadang cerah merekah,
alang kepalang kerontang, lekang dibakar siang
Lalu kemana berguru memangkas waktu?
.. kembalikan cerita wajah wajah lugu merayu..
Aku tak bernama kamu, hilang dijalan yang tiap hari kutempuh...!


291110

benak batu

Mungkin tak asing bagiku,
memasuki ruang melalui pintu,
kadang bersila dan tak jarang bersimpuh,
protokoler kumuh tapi utuh

lalu kenapa hari ini seperti berlari,
sepakatku enggan hampiri,,
memisah dan tak lagi mencumbu
'mari menipu' rayumu
... dan semakin kuat membujukku

kau tahu bukan aku jika mau bersolek tubuh,
karena garam peluh sudah manis bagiku
tapi lidahmu menghunus batang leherku,

ini bukan tentang 'mampu' atau 'malu'.. hanya perlu 'mau'..,


131210

permohonan

Tak kupungkiri..
aku mengatas namakan kami telah cinta mati
tapi mengapa hari ini kau seperti sengaja mengasah taji
siap mencakar lalu mencabik tiada henti...
lihat kesini..
induk ayam yang terhenti mencari makan
di tepi selokan, berteduhpun tak nyaman,
menyembunyikan anak pada kedua belah sayap
berharap.. tak banyak...
mohon hentikan sejenak // biar tembolok sedikit memadat//

291110

rindu dendam

Tersingkap ataukah menyingkap // aku ataukah kamu // menulis ataukah membaca catatan// narasi ataukah metafora // sengaja.. tidakkah // terkuak goresan hitam yang tersimpan di tikungan jalan seberang pemakaman//


141110

kusut

dibalik ruang yang terkurung hujan

benang panjang berubah menjadi gulungan

...tak karuan.....

bagaimana mengurai...

sedangkan waktu mengguntingu dalam lipatan


101010

catatan akhir pekan

Bersamaku api.. //
kusertakan ia membelah pekan penghujung hari //
apa yang kubeli.. // sepoi angin ditengah hari //
lasak di nan rami //
yang ku belanjakan tak bercerita sosok puisi //
bukan enggan //
sajak pun tak pernah kuselipkan //
bahkan pada sebuah catatan //
lalu kucoba memotong hari dari sisi abstraksi //
rami menjadi sunyi //
dan kutanya api//
sudikah kau simpan ceritaku hari ini //
kalau aku telah kehilangan alas kaki //


200610