pesan dalam tempayan

memang tak seharusnya aku masih bertanya
tentang apa dan kenapa!.
perjalanan terasa begitu tergesa-gesa,
melaju dan tak mau mendengar kata "menunggu"

mungkin aku terlalu banyak membaca rambu-rambu
hingga tak pernah mau
menangkap awan nan kian menawan
dan tak mampu mencipta hujan

lalu kupersilahkan kau katakan
aku telah melakukan kebodohan
ketika masih kutundukkan kepala kedalam tempayan

tetapi...
bukanlah salah kelak kan kuceritakan
bahwa tempayan menyimpan kesejukan
ketika kau berkaca wajahmu kan terlukis di permukaan
makin kau dekati maka sejuknya kan hingga ke pori-pori

memang tak luar biasa laksana telaga yang memantulkan cahaya
dan tak mungkin pula kau temukan "cupu manik astagina"

namun lebih baik begitu, ketimbang kembali kutinggalkan tanya kepada kamu dan mereka
"kenapa kita terlebih dahulu membasuh telapak tangan sebelum membasuh muka?"

10 comments:

Anang said...

karena tangan dipake membasuh anggota tubuh yg laen.

Anonymous said...

dalam bana filsafat diak :) kenapa ya? mungkin benar kata anang, tangan dipakai buat megang2 byk 'hal' :D

masih sibuk cal?

Anonymous said...

bagaimana membasuh untukmembuat wajah bersih jika tanganpembasuhnya tak bersih?

halo Uda.......apa kabar?
maaf lama gak main kesini, jarang bw.....nanti kalo udah senggang,kita saling kunjung tulisan lagi ya

Anonymous said...

tempayan..memang sejuk...bahkan mungkin bisa jadi juga damai....

Salam kenal pak ichal....

Anonymous said...

Dalem, Chal.. makin mantap aja!

OOT: met puasa, maaf lahir-batin.

Kristina Dian Safitry said...

sependapat dgn mas nang,he..he...

Evie_Blog said...

Hello bang ichal, salam kenal..... rangkain katanya bagus bagus... btw org awak juo ya.... klo boleh tau padangnya dmana?

Evie_Blog said...

Hola uda, kita sama2 dr pariaman dunk..... btw aku jg di jkrta skrg, thank's ya uda atas komennya di blog aku...... bagi masukan dunk wat blog aku or bagi bagi dunk rangkaian katanya....

Usako said...

Ntar kalau tangannya kotor, kan kasihan mukannya, makanya tangannya dicuci dulu biar bersih... he he he

Minal Aidin Walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin.

Aduh ichal, udah lama nih aku ga aktif, pas lihat blogmu jadi semangat lagi!!.

Anonymous said...

selamat malam,bang.
ijinkan saya utk membaca sajak-sajakmu di ruang katamu ini.
salamku

Lupa

Jeda yang disengaja, berpura sibuk dunia menjadi abdi pelayan tantrum bayi bayi berbulu kaki test blog lagi yang sudha lupa password.