hempas batas

merindu aku pada sebuah tiang pancang....
dentuman adu gagahnya langutkan ku lagi..
pada sebuah angan yang telah terkremasi

tak pandai memindai....
tak pernah tercapai....

kuburkan aku bersama tiang pancang
dalam,,,, jauh lebih dalam....
pada alasmu yang paling dalam..
tanpa keranda tanpa iringan doa

jengahku pada fana
tolong.....
tampakkan sebuah keABADIAN
bukan KEMUNAFIKan

1 comment:

Anonymous said...

hai pakde!!!!!..heheheheh. aman terkendali kan???oke. 86.

Lupa

Jeda yang disengaja, berpura sibuk dunia menjadi abdi pelayan tantrum bayi bayi berbulu kaki test blog lagi yang sudha lupa password.