memang tak seharusnya aku masih bertanya
tentang apa dan kenapa!.
perjalanan terasa begitu tergesa-gesa,
melaju dan tak mau mendengar kata "menunggu"
mungkin aku terlalu banyak membaca rambu-rambu
hingga tak pernah mau
menangkap awan nan kian menawan
dan tak mampu mencipta hujan
lalu kupersilahkan kau katakan
aku telah melakukan kebodohan
ketika masih kutundukkan kepala kedalam tempayan
tetapi...
bukanlah salah kelak kan kuceritakan
bahwa tempayan menyimpan kesejukan
ketika kau berkaca wajahmu kan terlukis di permukaan
makin kau dekati maka sejuknya kan hingga ke pori-pori
memang tak luar biasa laksana telaga yang memantulkan cahaya
dan tak mungkin pula kau temukan "cupu manik astagina"
namun lebih baik begitu, ketimbang kembali kutinggalkan tanya kepada kamu dan mereka
"kenapa kita terlebih dahulu membasuh telapak tangan sebelum membasuh muka?"