Showing posts with label opera hidup. Show all posts
Showing posts with label opera hidup. Show all posts

CERITA SA(ha)JA

"Tak mesti apa yang kita lihat harus kita saksikan", manakala yang kita lihat ataupun yang tidak sengaja terlihat begitu terasa menyayat, bolehlah kita tinggalkan dan cukup dengarkan. Kelak kan kita jadikan ukuran untuk dipertimbangkan bagaimana meningkatkan keberanian dalam sebuah "kesaksian".

Meniti hari demi hari dengan panorama yang silih berganti dan berbeda, semoga akan semakin mengisi pundi-pundi nurani kita biar semakin peka, menuju kematangan jiwa serta menambah warna. Dan tentu jangan pula kecewa ketika kita menemui panorama yang sama seperti yang kita alami sebelumnya, karena tidak semuanya harus sesuai dengan keinginan kita, maka yakinlah dengan "Maharencana".

Pasti..! pasti kita takkan pernah bisa menunggangi kuda sembrani, yang bisa kita kehendaki, mengendalikannya pada tanah suci yang kita selalu pijaki pun dapat pula mengangkasa bersama kepakan sayapnya. Sebab kita telah sama-sama tahu, bagaimana kita menghadapi "realita" dan bagaimana pula menyikapi "fantasi".

Pasti..! kau telah dapat membaca, bahwa aku tidak piawai bercerita, dan tidak pernah membaca cerita lewat pandangan mata, ketika kita membuka wacana bagaimana hitam putih dan berwarnanya hidup di alam fana, saat bersama menyeruak "halimun di tengah kota" pada hujan ketiga.
Entah sengaja atau tidak, aku lebih banyak terdiam dengan sedikit gurauan, mengiringi ceracau-mu yang begitu lincahnya bercerita dan penuh senyum ceria walau cerita yang terlontar tentang derita, getirnya sebuah rasa yang bukan hanya di lidah saja.

berbeda,,,, ya tentu saja!.
sama bedanya ketika kau berujar bahwa "kau mencintai bulan", dan aku bilang "aku suka hujan". Tidak semuanya harus sama, yang sama adalah "kewajiban" kita dan mungkin persamaan "perjalanan dalam menyusuri waktu hingga sampai kepada sebuah tempat yang kita tuju". entah dengan berjalan langsung atau berhenti pada "persinggahan"

secangkir ekspresi


Hanya secangkir ekspresi yang mampu tertuang disini, seiring denting-denting yang mengalun dari hasil racikan kopi pagi. Datar saja, tidak ada yang luar biasa dari ekspresi yang terpancar, senyum yang tidak manis dan kadang harus dipaksa, bukan tidak ikhlas namun begitulah adanya.

Rupanya ada yang perlu dirubah, tidak semuanya, tapi memang harus ada. Ketika dahulu "ekspresif" adalah darahku. Alirannya lah yang mengendalikan pancaran wajah, ketika tidak suka, maka aku "angkat senjata" atau "tinggalkan saja".
HMMM, episode peran dalam sandiwara. Disaat itu mungkin jika ada penghargaan "aktor yang barakting terburuk", maka "piala citra" untuk saya.

Rupanya pergeseran perubahan ekpresi bukan hanya karena tekanan dari agresor ganas yang bernama "usia". Faktor "mengalah"pun tidak begitu banyak ambil peran didalamnya. Kadang harus mengiris sebuah kata kejam yang bernama "terpaksa".

Rupanya remah-remah yang tertumpah pun harus kembali dimasukan kedalam "tampah" mengayak, kemudian memilah-milah, mana yang harus di telan dan mana pula yang harus di kunyah.

Secangkir ekspresi pun terselip senyum bercampur aroma kopi, sebelum pagi akan pergi dan berganti langit putih pendarnya cahaya Matahari. Biarkan saja aroma dan manisnya secangkir kopi aku buka dan lepaskan ke "mayapada", kemudian hitam dan pahitnya tertinggal untukku saja, sebagai bekal ekspresi selanjutnya.


Secangkir ekspresi terhenyak pada sebuah kursi, mempertanyakan nada iri hati yang diperbolehkan Illahi tentang lelaki muda yang berkaca pada cermin nyata. Momentum setelah wudhu sebelum dhuha. Sambil berkaca mengusap dagu dan beberapa helai rambut yang tumbuh menghiasinya, "benarkah disini tempat bergalantungnya para bidadari"?

kapankah ia nyata? ataukah memang hanya mampu menanti "hurun ien" saja?
ahhh,,, pertanyaan saya tak tahu ditujukan kemana. "sudahlah"


secangkir ekspresi hanya secangkir saja, tidak lebih!!
secangkir ekspresi tidak perlu mendalam untuk dipahami!!
secangkir ekspresi tidak banyak berarti, bukan seperti khatib pada khotbah jumat, yang berwasiat untuk semua umat. Secangkir ekspresi bukan sastra pujangga hanya balutan kata dari jari-jari yang masih terpakai sebelum "mati guna".


cerita sebelum senja

Apa yang tersisa setelah hujan, selain bala dan genangan ?
Sepertinya hampir tidak ada bahkan rinainyapun tak lagi mampu membasuh luka.
Tak ada lagi manfaat yang tersembunyi dibalik hujan sore ini, tak ada lagi makna yang sanggup kucerna bahkan deras suaranya semakin memekakkan telinga.

Memang dahulu kita pernah merasakan hujan bagaikan tontonan, kita terhibur lalu bertepuk tangan. Memang dahulu kita rasakan hujan laksana butiran mutiara dan mencair membasuh tanah, ketika keramaian kita dipenuhi tawa.

Namun kini dibalik hujan hanya menambah sunyi, bermenung menatap kebelakang mengenang betapa indahnya saat-saat kebersamaan. Lebih miris lagi, bahkan disini tak ada sisa suara yang didendangkan sekelompok katak yang mirip perkusi.

Mungkin ada sedikit yan tersisa sambil menikmati sandiwara sebelum senja, atas peran-peran yang diberikan sang "Maha Sutradara". mengenai aku, kamu dan mereka.
* Aku dengan segala egois dan ketidaktahuanku.
* Kamu dengan segala keingintahuan dan bagaimana mewujudkan kemauan.
* Mereka yang menjerit lirih atas ketidakpastian atau bahkan mereka yang mampu mengelabui peran dan berakting dalam kepura-puraan.

Entah,,,,,!
Aku yang tak mampu membaca atau mungkin saja buta pustaka.
Hanya setetes manfaat yang sanggup kucerna dari "hujan sebelum senja".
Bukan dari air yang mengalir, bukan dari air yang berlimpah ruah tapi kesetiaan dan kesabaran. Ya...! kesabaran, ujarku.
Kesabaran dalam menunggu sampai kapan ia reda, sampai kapan ia menyudahi tetesan terakhirnya??.

Entah,,,,,!!
Aku tengah bicara tentang hujan yang sebenarnya atau hanya kiasaan belaka.
Entah! aku berujar mengenai kesabaran berasal dari kalbu atau hanya sebagai bumbu?.
Apakah aku bicarakan hujan dunia maya???
Atau hujan Jakarta yang tak lagi mempesona???!!!

Entah,,,,,!!!
Yang aku tahu, telah kurentang tali kesetiaan dan kesabaran dari dalam dadaku hingga sepanjang jajaran batu nisan yang bertuliskan nama kamu dan mereka.
Tentu dan kuyakin itu, kalau kamu dan mereka juga punya indikator yang berbeda dan rentangan yang lebih panjang lagi.

....Semoga....

Renungan terhenti, lantunan suara Adzan membuatku malu untuk melanjutkan lamunan, suaranya menghardik nurani untuk segera bersuci. Setelah itu mempersiapkan diri menyambut malam yang tak pernah pula ku tahu, apakah nanti hanya hitam kelam ataukah bisa bermandi cahaya purnama.


*****
Kerajaan kesetiaan selalu membuka gerbangnya untuk siapa saja yang ingin menjadi punggawa atau hanya rakyat biasa dan tidak akan pernah memberlakukan "persona non grata".

cerita tengah hari


Siang ini terik sekali, cahaya matahari terasa panas membakar hingga membuat aku menyeringit. Saat tengah hari yang selalu terjadi fenomena bayang-bayang berada dibawah telapak kaki. Mungkin ini sebuah momentum bagi kita untuk bisa menginjak-injak diri sendiri atau memang tidak ada bayang-bayang yang mengikuti.

Hanya sedikit membaca goresan dari Kahlil gibran, tidak kubaca "syair Ronggowarsito", tidak pula sebuah buku yang bertajuk "ayat-ayat setan", apalagi tentang Salman rusdi yang di cari-cari "kepalanya" oleh Ayatullah khomeini. Bukan itu, semua itu terlalu besar untuk "otak kosongku".

Ada apa disiang ini?, aku membathin dan tak mampu menjawab pertanyaan yang kuajukan sendiri. Sebuah kecamuk, sebuah pertempuran!!. bukan Baratayudha bukan pula "Holly war".
Aku telah membiarkan benakku menjadi medan perang siang ini. Menjadi tempat pertempuran antara "sisi kiri" dan "sayap kanan". Merelakan benak hitamku kepada "mereka" untuk menjadi ladang pembantaian.

Lalu bagaimana lagi?. Aku tak mampu mengatur strategi, tidak bisa memposisikan dimana letak "aku", "kamu" dan "mereka". Dimana aku harus berada?, pada "sisi kiri" atau "sayap kanan"? dan tak mungkin aku mengambil peran "oposisi" lantaran mereka semua adalah oposan. Lantas, tetap berada di tengah-tengah pertempuran??. Tentu aku tidak mau hanya menjadi "umpan peluru".

Apakah harus ikut-ikutan menyandang dan mengokang "kalashnikov" menyeruak diantara mereka yang telah memberondong dengan AK 47, lalu berteriak " lo pikir lo siapa?", Sambil terus memuntahkan semua peluru???.

Aahh!, sebuah tanya yang tak perlu di jawab, sebuah episode yang tak berkesudahan, namun sejenak bisa kuredam. Satu helaan nafas rasanya cukup untuk menghentikan perang bathin ini. Memang tidak akan pernah usai, hanya menyiasati supaya mereka tidak lagi bertikai dan mencari jalan damai.

Aahh! untuk ketenangan sejenak ini rasanya aku berhak memanjakan diri disiang ini. Sebotol minuman dingin bersoda untuk menyegarkan kepala. Mumpung di kantong masih ada uang sisa. hehehehe!

****
Seperti biasa, tidak ada pesan berarti disini, tetapi sedikit menambah arti :
jika kita mampu untuk jujur pada diri sendiri itu sudah mewakili persyaratan untuk menjadi punggawa pada kerajaan kesetiaan.



Sekapur Sirih

Menyusun sepuluh jari, meletakkannya di bawah dagu diatas dada seraya menundukkan kepala, sebagai pertanda permohonan maaf kepada sanak saudara dan teman-teman semua. Hanya itu yang saya mampu lakukan pada awal tahun ini.

Rasanya bukan saya!, jika menganggap pergantian tahun adalah sesuatu yang istimewa. Yang biasa saya lakukan pada momentum tersebut sangatlah biasa dan (mungkin) bagi beberapa orang terdengar norak dan murahan kalau saya hanya punya kenangan mengisi tahun baru dengan membakar ban di tepi jalan, membakar ikan atau dari tenda sebuah perkemahan bersama sedikit teman.

Rasanya bukan saya pula, jika saya mampu mempengaruhi beberapa "orang diatas sana" untuk menyisihkan sedikit dana tahun barunya dan memberikan kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah dan bencana yang sedang melanda nengeri kita.

Aaahh .... sudah berlalu!! tahun pun telah memasuki angka yang baru.
Dan sebagian Uang itupun sudah terbakar menjadi kilatan cahaya di angkasa bersama benda yang di sebut "kembang api", dengan alasan "hiburan" belaka.
saya akui dan tentunya sangat manusiawi jika "manusia membutuhkan hiburan". Tapi rasanya bisa kira kesampingkan sejenak demi saudara kita yang tertimpa bencana dan berjuang untuk sebuah "penghidupan".

"apakah sebanding arti sebuah "hiburan" dengan "kehidupan"????

ahhh, biarkan saja saya yakin waktu yang akan membangkitkan dan menggerakkan nurani mereka

Sangat biasa dan tidak ada yang istimewa jika saya tidak menyertakan data dan angka-angka, karena memang saya hanya mampu menyusun aksara dan merangkai kata-kata yang terkadang tidak bermakna.
Bagi saya! yang istimewa adalah ketika malam pergantian tahun mendapatkan kiriman suara dari seorang mahkluk manis dari tepi jalan raya, "Selamat Tahun Baru Bang!" (tumben,,, suara cemprengnya terdengar merdu pada malam itu, hehehehehe)

Masih dengan sepuluh jari, Maafkan jika saya tidak mampu menjadi tuan rumah yang baik pada saat menyambut kedatangan seorang rekan yang di temani "Guardian Angel-nya" pada tanggal 1 januari 2008. Hanya jabat tangan, ketulusan hati yang dan sedikit obrolan yang mampu saya hidangkan (sori gak di link dengan alasan privacy dan nikmatnya sebuat mistery).

********
Mari songsong Matahari dengan semangat pagi dan indahnya rembulan di malam hari, Selamat Menikmati Awal Tahun 2008, dan jadikan segalanya lebih baik dari hari kemarin.


independent melow story

Di bening malam ini
desah rintik gerimis datang.....
menghanyutkan sinar rembulan

buram kaca jendela
seburam waktu yang berlalu......
........................................................
sedang kumasih menunggu...
ungkapan rasa,,,, dari keinginan baikku
untuk bersama,,,, menempuh jalan hidup
***
kuingin selalu dekatmu, sepanjang hidupku
membawamu,,,, ke puncak bahagia
kuingin selalu dekatmu, nikmati mentari
mendekapmu dibawah cahayanya.....

"gank peganksaan"



Kawan! itu adalah penggalan syair lagu yang disuarakan oleh Keenan Nasution bersama Gank Peganksaan" yang judulnya pun aku telah lupa. Lagu itu pulalah yang sering aku nyanyikan dalam kamar kost ataupun di tepian pantai ulak karang dengan gitar akustik yang sudah butut, haha. Setelah penat kita mendengarkan dan mempelajari lagu-lagu keras dari Metallica, setelah "feeling"mu mentok ketika mencoba menirukan melody dari Kirk Hammet pada lagu "one" atau "seek and destroy". juga ada tawa ketika aku mencoba memaksa menyanyikan "she is gone" dari Steel Heart, karena suaraku yang tidak pernah sampai mencapai hingga terdengar seperti orang tercekik. Walapun pada akhirnya beralih mementaskan nomor blues dari Gary moore dan cuma membawakan lagu "one day" minus "still got the blues".

Entah kenapa aku teringat ini ketika 10 kalender telah berganti, justru ketika tadi malam mendengar suara salah seorang dari habitat yang sudah terserak-serak. Yahh.. mungkin memang karena kerinduan pada tepian pantai ulak karang. Hanya sebuah suara, kawan mecoba memancingku untuk bercerita.

Kawan...!!! jika cerita tentang cinta yang kau harapkan, sudah pasti tidak banyak cerita yang akan kau dengar, karena memang tidak banyak kisah yang akan kuceritakan, selain dari kegagalan. Namun jika kau ingin mendengar cerita tentang persahabatan dan kesetiaan, aku akan memberi garansi untuk menceritakannya kepadamu hingga fajar pagi.

Kawan...!!!. Aku dan kita semua pasti menginginkan sebuah peran yang bernama "kesetiaan". karena ini adalah jaminan dari sebuah ikatan suatu hubungan, baik hubungan kita sesama manusia, ataupun hubungan kita kepada Pencipta. Ahhhhh,, tentu bukan kapasitasku untuk memberikan definisi dan menjabarkan arti dari "kesetiaan" karena aku bukanlah seorang ahli filsafat ataupun teknokrat. Mungkin hanya sekedar menyegarkan ingatan, aku bisa menuliskan sebuah petikan perjalanan :

"Bang..! gue seneng bisa dipercaya oleh banyak orang, tapi gue bangga jika bisa menjaga kepercayaan walaupun cuma dari 1 orang saja".

Kawan...!!! bukankah selama ini aku tidak pernah mempersoalkan batas usia?, tidak pernah membandingkan seberapa jauh perjalanan yang telah kita tempuh?, tidak pernah menghitung angka-angka yang telah kita tabung?. Karena urusan "pahala dan dosa" sudah ada yang bertugas mencatatnya???!!!.

Aiiiihhhh kawan!!!, tidak mewah yang aku berikan, hanya berusaha menjaga kemurnian, kepercayaan dari sebuah persahabatan.

Wahai kawan,,, aku ingin kembali menyanyikan syair lagu diatas, tapi aku kehilangan gitar akustik butut itu, Dimanakah benda itu sekarang???





tanya lelah



"postingan ini sama judulnya dengan yang ditulis oleh si cantik ini namun isi berbeda. sebagai ucapan terima kasih atas motivasinya dan tantangan yang diberikan kepada saya.
dengan membaca tulisannya bagi saya dia sedang mengulurkan sebuah "selendang" persahabatan yang mengajak menari mengikuti liukan-liukan kata yang disusunnya, (tengkyuu ya num). " tetap bersinar dan menjadi elang.

"memang ini tentang hidupku yang harus tetap berjalan, walaupun tak sanggup menggunakan baju gamis dan sorban !!"

17 november 07 jam 23. 45 waktu itu

Semilir angin malam mendesau sejuk di telingaku, gemintang menerangi malam dengan cahayanya yg berkilau. kumpulan itu nampak melayang-layang, dengan salah satu diantaranya begitu terang dan lebih besar dari bintang lainnya. "apakah ini yang dinamakan kejora?", jika benar, kenapa ukurannya lebih besar? apakah dia raja dari segala bintang?. lalu benarkah" dia" terletak di sebelah timur?. kenapa tidak memilih barat atau tenggara?....

ahhhh, pertanyaan yang bodoh!
Sebodoh aku menafsirkan arti hidup ini, sebodoh ketika aku pertanyakan kepadamu tentang "burung-burung manyar". itupun kalo kau masih ingat dengan pertanyaan itu, karena sampai saat ini aku tak pernah tahu, sejenis apakah burung manyar itu?, apakah dia sejenis unggas yang terbang seperti elang, ataukah seperti angsa putih yang sedang berenang, ataukah seperti pinguin???.
yahhh,,, semakin besar saja timbunan bodohku kayaknya sebentar lagi akan menjadi gunung.

lelah!!!
Memang aku sedang lelah, menghapus keringatku yang bercucuran dan sudah bercampur darah. Memang!!, aku teramat lelah, lelah ketika menghadapi perang dengan gerombolan kurawa yang sering membuat bising astinapura.

Apakah aku perlu istirahat?. Tidak!, tidak mungkin aku bisa beristirahat sedangkan hidup yang sedang kujalani masih dalam peristirahatan, masih pada sebuah persinggahan. dan rasanya aku begitu angkuh, ketika aku memikirkan nasib mereka. dimana sebenarnya aku berada???

Mungkin kemarin aku pernah bercerita tentang sepasang samurai, tentang semangat bushido, hingga hara kiri. benar!, samurai ini memang multi fungsi, saat ini sebagai hiasan,. Namun suatu ketika "samurai" ini bisa menjadi mesin pembunuh yang handal, sehandal "agent orange" yang di gunakan dalam perang vietnam.
Rasanya istilah harakiri yang terkagumi sudah semakin dekat denganku. entah...! apakah benar aku mampu melakukan itu, apakah aku bisa menjelma menjadi ksatria dari negeri matahari terbit. oalahhhh, hidup ini ternyata terlalu mahal. bahkan untuk mengkhiri hidup pun harus mengimpor senjata, kenapa sih gak pake mandau, badik atau rencong saja?.


ahhhh!! aku membual, sama halnya aku membual tentang hatiku yang setegar karang, sama halnya dengan aku membual tentang kesabaran. Jika aku terus jujur apakah ada jaminan aku tidak akan hancur?.

Yang nyata adalah, aku sedang dalam permainan Russian Roulette. dan aku sedang melempar granat tangan dalam ruangan sebesar 2 x 1 meter persegi.

Apa lagi yang harus kulakukan selain pasrah dan diam?????






cerita pagi


Entah kenapa pagi ini aku kembali merindukan secangkir kopi, dan sebatang rokok sudah pasti sebagai teman penambah nikmat kopi. Padahal selama bulan ramadhan kemarin aku bisa terlepas dari "belenggu ini". uhhh, sangat sangat ingin sekali, tak bisa dibendung lagi.


Persediaan kopi pun udah gak ada , terpaksa recehan dalam kaleng disudut ruangan ini yang harus berimproviasi. berbekal Rp 2000 terpenuhi sudah hasrat untuk secangkir kopi dan sebatang kretek dengan judul "234". AHHhhh, secangkir kopi hitam terhidang sudah, rokok pun sudah mengepulkan asap dari mulutku yang sudah lebih 1 bulan tidak terkena nikotin. Memang ini rasa kerinduan yang terdengar bodoh, namun kerinduanku harus aku penuhi.

Bersandar pada sebuah kursi yang usianya terhitung tua, lebih dari separuh umurku. aku merasa seperti anak penderita "autis" yang asik sendiri. tidak peduli gunjang-ganjing di televisi tentang maraknya kasus pelaku penebangan liar, aliran sesat, sepak terjang gank bermotor sampai kepada artis yang tersangkut kasus narkoba. welehh,, kok gw jadi sering nonton televisi akhir-akhir ini. Padahal TV adalah salah satu kemajuan tehnologi yang tidak begitu aku sukai. Terlukis lagi sebuah sisi yang tak sengaja terpahami.

Eyi,,, aku teringat tadi malam kau tanyakan kepadaku melalui telepon, apakah aku masih suka kepada mawar, bunga indah yang ditumbuhi duri?. yahhh sahabatku ini adalah suara masa lalu yang terus bersuara hingga kini, walaupun jarak tak dekat lagi. "tidak" jawabku berusaha munafik, karena memang tidak ada lagi bukti bahwa aku suka menanam bunga itu. dengan bahasa puitisasi ku jawab saja "

"belakangan ini aku sedang mencoba memahami dan
mandalami keindahan dari teratai"

aaahh sudah lah, tidak penting lagi. "people changes". namun aku tidak berubah sepenuhnya, aku masih suka mendengar "alpha blondy" penyanyi Ragae yang giat menyuarakan kebebasan dan perdamaian di "Liberia", melalui syair dalam lagunya dan aku juga masih suka mendengarkan"bob marley". sekali sekali juga kudengarkan nyanyian dan sayatan gitar dari "gary moore". kebetulan sekali kali ini kopiku ditemani suara "legenda" jamaica. Seorang seniman yang "hidup setelah dia mati".

tidak ada perubahan yang mendasar disini, aku masih suka kepada filosofi "hara kiri" walaupun hanya kiasan kecil yang kuambil manfaatnya. aku juga masih teringat ketika pertama membaca "orang-orang sicilia" hingga "Last Don". aku juga sedikit teringat sepak terjang Crocifixio dan Dante dua saudara dalam satu kelurga mafia itu. berikut istilah-istilah yang dipakai dalam melakukan aksi pembunuhan kepada musuhnya berupa "konfirmasi" ataupun "komuni"

hmmm aku bergumam sendiri, sambil terus menenggak kopi, kenapa ya aku begitu suka dengan cerita-cerita para "bajingan"??. aku juga tidak tahu kenapa?. yang jelas, "aku begitu menyukai rasa kekeluargaan yang tergambar dalam gangster-gangster asal italia tersebut. dan lagi aku juga mengagumi, betapa mereka begitu membenci "pengkhianatan". dan menyukai kebebasan, bukan kebablasan.

pada sebuah kata kebebasan, lamunan ku terhenti, konsentrasi pada potongan syair "redemption song" dari suara serak seorang berambut gimbal "

emancipate yourselves from mental slavery
none but ourselves can free our minds
have no fear for atomic energy
cause none of them can stop the time

how long shall they kill our prophets
while we stand aside and look?..ooh
some say its just part of it..
We've got to fulfil de book

wont you help to sing... These songs of freedom
cause all I ever have..
redemption songs
Redemption song...


Akhirnya aku menemukan, bahwa dari segala raja keburukan sekalipun kita bisa mengambil sesuatu yang sangat baik, dengan bahasa yang lebih bijaksananya "kita bisa mengambil hikmah"... ahhh gw jadi sok tauuuuuuu!!!!.
Entahlah aku aneh atau apalah!! yang jelas aku menyukai kedamaian dan kebebasan!!!

Sebatang rokok telah kuhabiskan, kopipun telah terlihat sisa ampasnya seperti tanah jakarta yang sedang becek. Saatnya berganti lamunan, mau nonton film yang (mungkin sudah puluhan kali) aku tonton. mulai nonton ahh judulnya "SCARFACE".
hahahaha.. lagi-lagi masih bertema cerita "bajingan".

saya akan tetap ambil manfaatnya, bagaimana dengan anda?


Lupa

Jeda yang disengaja, berpura sibuk dunia menjadi abdi pelayan tantrum bayi bayi berbulu kaki test blog lagi yang sudha lupa password.